Global Sports Berita Politik Reportase Fokus Info Rilis Pariwara Bisnis
Editor's

Pemdes Bohotokong Kembali Salurkan BLT Tahap II   |   Pasukan Terdasyat Bangkep Datangi Polsek Bulagi   |   JOB Diminta Perbaiki Jalur Pipa Migas   |  

Dukung Independensi jurnalisme yang tidak berpihak

'Uang Denda' Oknum Nakal di Pemda Banggai Muluskan Acara Pesta di Tengah Pandemi

Red : Saiful Yamin /Apriyanto
Sabtu, 13 Feb 2021 | 02:10:21 WITA

CNA PAPER- Pengabaian surat edaran Bupati Banggai tentang larangan dan pembatasan segala bentuk kerumunan guna pencegahan Covid-19 kerap dilanggar sejumlah pengelola hotel berkelas di kota Luwuk. Terkesan surat edaran Nomor: 443.1/0095/Dinkes, tanggal 25 Januari 2021, seolah tidak bertaji.

Dari hasil pemeriksaan pengelolah hotel, terungkap ada pemulus dalam urusan pengabaian surat edaran tersebut. Salah satu pihak managemen hotel menyebut, acara biasanya tetap digelar sekalipun tanpa surat izin.

"Benar, melalui surat tidak di izinkan. Namun secara lisan beda,” kata Aryo, General Manager Hotel Estrela, sesaat setelah menjalani pemeriksaan di ruang Reskrim, Polres Banggai.

Tak heran, praktek pelayanan jasa sewa gedung serta perlengkapannya untuk sebuah acara resepsi pernikahan sudah beberapa kali terjadi.

Menurutnya, selain ada pembicaraan khusus secara lisan, order jasa sewa gedung baik untuk acara pernikahan maupun pertemuan lainnya tetap bisa berjalan lantaran ada uang denda kerumunan yang selalu diserahkan kesalah satu oknum pemerintah daerah. Dan oknum itu rutin menerima pembayaran setiap kali ada hajatan yang diselenggarakan di hotel tempat ia bekerja.

"Kami diberi sanksi berupa denda senilai Rp 1,5 juta dalam sekali hajatan oleh oknum pejabat lingkup Pemda Banggai," kata Aryo.

Mirisnya, akibat ada sanksi atau bayar denda akhirnya hal itu menjadi jalan alternatif atau lampu hijau ditengah larangan membuat kerumanan dimasa pandemi Covid-19. Dimana kata Aryo, kebijakan itu ada hampir bersamaan ketika surat edaran dikeluarkan. Dia pun mengaku, masih menyimpan bukti pembayaran yang mencatumkan nilai pungutan.

"Kami bayar denda itu. Ada kwitansinya. Tapi hanya kwitansi biasa. Bukti kwitansi masih saya simpan," ucap dia.

Memang jika dilihat dalam konteks bisnis, tentu membayar denda dengan tetap menjalankan jasa berarti dapat menambah pemasukan. Sehingga demikian pengelolah tetap dimudahkan tanpa harus terpengaruh dengan surat edaran, ini seperti diutarakan GM hotel lainnya, jika kesengajaan dilakukan semata-mata untuk pemasukan hotel.

"Kami rela membayar denda asalkan acara pesta maupun kegiatan sejenisnya tidak dilarang atau bahkan dibubarkan. Hal itu semata-mata hanya untuk pemasukan hotel," jelas sumber.

Sebelumnya, Kepolisian Polres Banggai membubarkan acara resepsi pernikahan yang melibatkan banyak tamu undangan pada dua pesta ditempat terpisah. Masing-masing di Hotel Santika dan Estrella, pada Jumat, 12 Pebruari 2021.

Pembubaran itu langsung dipimpin Kabagops Polres Banggai Kompol Noperto Gilbert Nainggolan SIK, didampingi Kasat Intelkam, Kasat Sabhara serta Kapolsek Luwuk.

“Menerima informasi itu kita langsung menuju lokasi dan menghentikan dan membubarkan acara tersebut,” ungkap Kompol Noperto

Menurutnya, pembubaran acara itu lantaran telah mengakibatkan timbulnya kerumunan, serta tidak mengantongi izin keramaian, termasuk melanggar Surat Edaran Bupati Banggai Nomor : 443.1/0095/Dinkes, Tanggal 25 Januari 2021.

“Dan acara ini sudah melanggar Surat edaran Bupati tentang larangan dan pembatasan segala bentuk kerumunan pencegahan Covid-19 di Kabupaten Banggai,” terang Kompol Noperto.

Pihak kepolisian sendiri telah menyampaikan bahwa selama pandemi Covid-19, untuk kegiatan yang menimbulkan kerumunan orang seperti pesta ataupun resepsi pernikahan dan kegiatan lainnya akan dihentikan.

BERITA TERKAIT: Denda 1,5 Juta Karena Melanggar Perbup Banggai adalah Legal Tapi Diakui Tak Beri Efek Jera



Tentang Kami | Redaksi | Pedoman Media Siber
Jurnalisme Positif | Info Iklan | Ketentuan Khusus | Karir



DOWNLOAD APLIKASI
 

Copyright © 2018 CNA Daily
Allright Reserved