Global Sports Berita Politik Reportase Fokus Info Rilis Pariwara Bisnis
Editor's

Ledakan Tabung Modifikasi Rusak Rumah Warga   |   Siswa MTS Negeri 1 Luwuk di Keroyok   |   Anti Nyamuk Bakar Nyaris Habisi Nyawa Perempuan Asal Nuhon   |  

Dukung Independensi jurnalisme yang tidak berpihak

Pokja ULP Banggai Bakal Disanggah

Red : Amad Labino
Rabu, 29 Jun 2022 | 08:00:23 WITA

BANGGAI - Unit Layanan Pengadaan ULP Kabupaten Banggai terindikasi dugaan praktek Kolusi di dalam proses pengadaan barang dan jasa.

Berita Lainnya

Kelompok Kerja (Pokja) ULP ditengarai menggugurkan peserta pada sejumlah lelang dengan alasan yang cenderung mengada ada dan tanpa proses klarifikasi.

Informasi yang dirangkum media ini menunjukan setidaknya sebanyak 8 paket pengadaan yang dilaksanakan ULP Kabupaten Banggai yang dilakukan dengan indikasi adanya pengaturan dan benturan kepentingan di dalamnya.

Dari delapan paket tersebut Pokja menggugurkan peserta lelang dengan alasan yang tidak mendasar. Perusahaan yang mengajukan penawaran terendah pertama di dalam lelang, justru digugurkan oleh pihak Pokja tanpa proses klarifikasi.

Seperti pengakuan yang disampaikan oleh Moh. Supri, Direktur CV. Izzul Pratama, salah satu peserta yang mengikuti lelang pada proyek pengaspalan jalan di sejumlah wilayah di Kabupaten Banggai.

Moh. Supri, mengaku pihaknya digugurkan hanya karena syarat tambahan dan bukan syarat utama dalam lelang. Meskipun hanya syarat tambahan, sebetulnya pihaknya sudah memenuhinya sebagaimana yang diminta oleh Pokja, hanya saja, Pokja memiliki penafsiran tersendiri terhadap dokumen lelang yang sulit dimengerti oleh peserta.

Dalam dokumen lelang kata Moh. Supri, ada tambahan persyaratan soal harus adanya dukungan supplier/distributor untuk menjamin ketersediaan aspal, yakni sebesar 80 persen dari kebutuhan dalam daftar kuantitas.

Pihak Izzul, kata Supri, sudah memenuhi dukungan bahkan hingga 100 persen.

"Kita bukan hanya dukungan ketersediaan 80 persen, tetapi surat dukungan 100 persen. Oleh Pokja dianggap tidak terpenuhi syarat 80 persen. Ini terkesan mengada ada, dan parahnya tidak dilakukan klarifikasi," katanya.

Dijelaskan, pihaknya akan melakukan sanggahan terhadap Pokja ULP, terkait  pengumuman hasil evaluasi terhadap lelang sejumlah paket proyek di lingkungan Dinas PUPR Kabupaten Banggai tahun anggaran 2022.(AL)



Tentang Kami | Redaksi | Pedoman Media Siber
Jurnalisme Positif | Info Iklan | Ketentuan Khusus | Karir



DOWNLOAD APLIKASI
 

Copyright © 2018 CNA Daily
Allright Reserved