Global Sports Berita Politik Reportase Fokus Info Rilis Pariwara Bisnis
Editor's

Ledakan Tabung Modifikasi Rusak Rumah Warga   |   Siswa MTS Negeri 1 Luwuk di Keroyok   |   Anti Nyamuk Bakar Nyaris Habisi Nyawa Perempuan Asal Nuhon   |  

Dukung Independensi jurnalisme yang tidak berpihak

Pantai Makakata Batui yang Terabaikan

Red : Saiful M / Irham Dani
Senin, 14 Des 2020 | 07:43:00 WITA

Batui, CNA DAILY - Kabupaten Banggai memiliki koleksi pantai yang indah sekaligus beragam. Salah satunya, pantai Makakata di Kelurahan Sisipan, Kecamatan Batui. Disini Wisatawan bisa memilih, pemandangan gugusan pulau Peleng, atau sekedar menikmati keteduhan Selat Peleng tanpa riak ombak ketika cuaca cerah.

Berita Lainnya

Pantai yang berada di Kecamatan Batui ini berada 2 kilometer dari poros jalan trans Sulawesi yang menghubungkan Kota Luwuk dan Kecamatan Toili. Saat CNA Daily bertandang di pantai itu pada Sabtu, 12 Desember 2020, deret punggung pulau peleng tampak samar, meskipun demikian Pantai Makakata tetap menawan. 

Pantai Makakata alamiah pantainya yang kecoklatan masih dan sangat leluasa untuk digunakan bermain atau berjalan-jalan di pinggirnya. Namun, sayang Pantai Makakata seperti tidak dirawat dengan baik. Rumput-rumput liar tumbuh tidak teratur. Bahkan sudah ada yang setinggi lutut, menyambut pengunjung.

Belum lagi akses jalan masuk sepanjang 2000 meter, hanya beraspal kasar dan sudah banyak berlubang.

Meskipun kondisi pantai tidak tertata baik, pengunjung tetap ada karena untuk datang ke Pantai Makakata tak ada retribusi sepeserpun. Ini membuktikan Pantai ini tidak terkelola. Sebelumnya sekitar 3 tahun silam Pantai Makakata menjadi ajang plesiran warga setempat untuk berekreasi, tapi kini tidak lagi. Apalagi ketika pandemi Covid-19  melanda, lokasi wisata ini pun terabaikan dengan sendirinya.

Fikram (38) mengaku merasakan perbedaan Pantai Tanjungpinggir yang dulu dan sekarang. Beberapa tahun lalu kondisi Makakata masih asri dan terawat.

Bahkan ia bercerita dahulu masih ada lomba motor cross, permainan Banana Boat begitu juga permainan hiburan lainnya. "Sekarang tidak seperti dulu lagi," ujar Fikram kepada CNA Daily , ketika menemani keluarganya berenang di tepi pantai.

Ia melanjutkan, seharusnya pantai tersebut dirawat dengan baik oleh pemerintah setempat. "Kita tidak  sampai tidak dirawat, padahal pantai ini terbaik karena satu satunya tempat wisata di Kecamatan Batui," kata Fikram.

Begitu juga yang dirasakan Hasnawati (57) dulunya seorang pedagang es di kawasan tersebut. Ia mengatakan, dibandingkan beberapa tahun lalu memang kondisi Makakata memprihatinkan.

"Jadi untuk pasiar kesana, sebaiknya bawa bekal makanan sendiri. Sekarang tak ada warung atau tempat warkop," kata Hasna.



Tentang Kami | Redaksi | Pedoman Media Siber
Jurnalisme Positif | Info Iklan | Ketentuan Khusus | Karir



DOWNLOAD APLIKASI
 

Copyright © 2018 CNA Daily
Allright Reserved