Global Sports Berita Politik Reportase Fokus Info Rilis Pariwara Bisnis
Editor's

Tertibkan Pengguna Knalpot Bogar, Polsek Batui Razia Pelajar di Sekolah   |   Diduga 'Mebong' Campur Stres Mau Digugat Cerai, Pria di Bangkep Rusak Perabotan dan Dinding Rumah   |   Adu Kuat Honda CBR vs Mio Soul, Dua Pengendara Meninggal Ditempat   |  

Dukung Independensi jurnalisme yang tidak berpihak

Menaruh Harapan Tumbuhnya Ekonomi Mikro di Ucap dan Laku AT

Red : Saiful Yamin
Sabtu, 8 Mei 2021 | 03:46:05 WITA

CNA Paper - Ir H. Amiruddin Tamoreka yang akrab disapa Haji Amir atau AT, sejak muncul di panggung politik Kabupaten Banggai banyak menumbuhkan harapan baru. Pria kelahiran Toili 1971 itu diharap dapat membantu pertumbuhan ekonomi secara mikro.

Berita Lainnya

Kemenangan dengan raihan suara terbanyak pada Pemilukada 2020, dianggap sebagai refleksi mendalam dari kehendak batin rakyat, dimana pemimpin harus hidup dan bekerja bersama rakyat.

"Harapannya seperti itu," tukas Tulus Hakim, aktivis LSM Gempar di Batui, Kamis 6 Mei 2021. "Bagi kami generasi Z, kondisi hidup ditengah pandemi, menumbuhkan ekonomi mikro, adalah solusi untuk mensejahterakan rakyat," sambung dia saat diskusi terbatas bersama kelompok pemerhati sosial ekonomi di Kecamatan Batui.

Harapan lain seperti peningkatan profesionalisme birokrasi pada masing- masing OPD, juga disinggungnya, Pasalnya, nilai Tulus, banyak person yang menduduki bidang-bidang di OPD yang berhubungan dengan perekonomian terkadang apatis dengan kondisi masyarakat.

"Bahkan, ada yang gak mau direpotkan untuk urusan perut. Saya melihat itu disisi penyaluran bantuan-bantuan pemerintah. Ada yang dapat bantuan nelayan orangnya melulu itu saja. Begitu juga bantuan ternak maupun tani. Semua tidak berjalan sebenarnya," keluhnya.

Sementara itu, disisi hukum dan kebijakan, lanjut Tulus, kehadiran AT yang tak lama lagi dilantik sebagai Bupati Banggai di Juni 2021, sangat banyak dinanti masyarakat yang terdiskriminasi ataupun termajinalkan akibat dampak langsung juga tak langsung dari kehadiran investasi.

"Dari korban konflik agraria, CSR yang tak kunjung menyentuh masyarakat ekonomi lemah. Dan yang paling terbaru, adalah buah sawit petani plasma batui hanya di hargai 5 sampai 30 rupiah per kilonya"

"Tentu ini semua perlu menjadi sorot priority ketika pak AT menjabat nanti," tandas Tulus. Sehingga, kedepannya, kebijakan mengenai penghasilan pendapatan daerah tidak semata - mata bergantung pada investasi, tapi juga dari putaran ekonomi kecil."

"Dan ini sudah banyak diimpikan masyarakat Kabupaten Banggai. Intinya pemerintah kita nantinya, tidak perlu lagi bangga dari pertumbuhan ekonomi makro yang datang dari korporasi migas, tambang atau perkebunan sawit. Akan lebih elok, ketika pendapatan itu selaras dengan ekonomi rumahan yang kecil atau mikro," beber Tulus.

Baginya optimis, harapan - harapan rakyat itu dapat disentuh AT dalam semua lini kebijakannya.

"Karena di diri beliau, rakyat melihat itu dalam ucap dan laku AT semenjak kehadirannya di panggung politik," tandas Tulus.



Tentang Kami | Redaksi | Pedoman Media Siber
Jurnalisme Positif | Info Iklan | Ketentuan Khusus | Karir



DOWNLOAD APLIKASI
 

Copyright © 2018 CNA Daily
Allright Reserved