Global Sports Berita Politik Reportase Fokus Info Rilis Pariwara Bisnis
Editor's

Waspadai Indikasi Persekongkolan dan Persaingan Tidak Sehat Dilingkungan UKPBJ Banggai   |   Pokja ULP Banggai Bakal Disanggah   |   Binda Sulteng Gencarkan Vaksinasi Covid -19 Kewarga Komunitas Adat Terpencil   |  

Dukung Independensi jurnalisme yang tidak berpihak

Kecamatan Penghasil Bijih Nikel Di Kepung Banjir

Red : Amad Labino
Senin, 20 Jun 2022 | 11:23:53 WITA

BANGGAI – Curah hujan dengan intensitas tinggi selama beberapa jam pada Minggu sore (19/06/2022), sejumlah rumah yang berada di bantaran suangai Desa Pongian, Kecamatan Bunta , Kabupaten Banggai terendam Banjir.  

Berita Lainnya

Banjir meredam rumah warga di Dusun I dan Dusun II terjadi sekitar pukul 17.30 Wita.

Warga Desa Pongian Ibrahim mengatakan sekitar 5 unit rumah yang terendam air dan beberapa perabotan juga ikut terendam termasuk televisi dan kulkas.

“Banjir datang secara tiba – tiba sehingga sebagaian warga hanya  bisa menyelamatkan sejumlah barang penting dan ringan untuk di selamatakan,” ungkap Ibrahim menamabhkan ratusan buah kepala dan ternak babi hanyut.

Menurutnya, beberapa tahun terakhir sejak tahun 90an, Desa Pongian terjadi banjir.

Pasca banjir yang melanda rumah warga meninggalkan lumpur, Ibrahim menduga lumpur tersebut diduga berasal dari aktivitas pertambangan Nikel.

“ini diduga akibat aktivitas pertambangan yang ada di hulu sungai pongian. Kerugian yang dialami akibat musibah ini ditaksir puluhan juta,” pungkasnya.

Empat Desa di Kecamatan Penghasil Nikel Dilanda Banjir

Dampak curah hujan yang terjadi pada Minggu (19/6) tak hanya Desa Pongian yang di terjang banjir. Beberapa desa di wilayah Bunta terkena dampak banjir dan tanah longsor.

Data dari pihak Kepolisian Polsek Bunta yakni, Kelurahan Kalaka, Kelurahan Salabenda, Desa Huhak, Desa Longgolian, Desa Tuntung dan Desa Pongian.

“Ada enam lokasi yang terdampak banjir dua kelurahan dan empat desa,” kata Kapolsek Bunta Iptu Nanang Afrioko

Kelurahan Salabenda dan Kalaka banjir merendam rumah warga setinggi sekitar 5 cm hingga 50 cm dan menggenangi 5 rumah warga. Desa Huhak dan Longgolian banjir bercampur material pasir dan kerikil serta lumpur menutupi badan jalan Trans Sulawesi yang menyebabkan kemacetan arus lalu lintas.  

Sedangkan Desa Tuntung dan Pongian banjir menggenangi sedikitnya 10 rumah warga dengan ketinggian air sekitar 20 cm,” jelasnya.

“Tidak terdapat kerugian materil dalam peristiwa ini, hanya saja terdapat 1 korban jiwa warga Desa tuntung. Korban berusia 57 tahun meninggal dunia karena mengalami shock saat banjir masuk kerumah nya,” sebutnya.

Banjir disebabkan tingginya curah hujan yang mengguyur wilayah Kecamatan Bunta dan Simpang Raya sejak pukul 15.30 hingga 17.30 Wita. (AD/**)



Tentang Kami | Redaksi | Pedoman Media Siber
Jurnalisme Positif | Info Iklan | Ketentuan Khusus | Karir



DOWNLOAD APLIKASI
 

Copyright © 2018 CNA Daily
Allright Reserved