Global Sports Berita Politik Reportase Fokus Info Rilis Pariwara Bisnis
Editor's

Ledakan Tabung Modifikasi Rusak Rumah Warga   |   Siswa MTS Negeri 1 Luwuk di Keroyok   |   Anti Nyamuk Bakar Nyaris Habisi Nyawa Perempuan Asal Nuhon   |  

Dukung Independensi jurnalisme yang tidak berpihak

Kades Tegaskan, Tidak Ada Prona di Doda Bunta

Red : Amad Labino
Kamis, 30 Jun 2022 | 04:50:59 WITA

BANGGAI - Kepala Desa Doda Bunta, Kecamatan Simpang Raya, Yunis Sintung membantah jika di desanya mendapat Proyek Operasi Nasional Agraria (Prona) berupa penyertifikatan tanah warga.

Berita Lainnya

Penyertifikatan tanah untuk Desa Doda Bunta tahun 2021 merupakan proyek Redis (Retribusi Tanah), jadi bukan Prona. Kata dia, untuk desa Doda Bunta mendapat jatah kuota sebanyak 330 sertifikat.

Proses pengukuran lahan warga berjalan selama 1 bulan, petugas pengukur di dampingi oleh aparat desa, BPD dan melibatkan sejumlah warga.

"Pengukuran dimulai pada tanggal 7/9/2021. Ada sekitar 19 orang yang ikut dalam pengukuran," kata Yunis Sintung.

Yunis menambahkan, aparat desa dan warga yang mengukur di berikan upah lelah. Upah tersebut diperoleh dari pemilik lahan yang ikut proyek Redis, namun pihaknya tidak mematok berapa nominal yang diminta dari pemilik lahan.

Setelah proses pengukuran selesai, tiba saat penyerahan sertifikat sebagian warga menyerahkan uang dengan nilai bervariasi, Rp200 - Rp250 Ribu serta ada yang tidak memberi uang.

"Kita minta keikhlasan, namun ketika ada warga yang memberikan saya langsung ke gereja menyampaikan," jelasnya.

Dana tersebut kata dia, selain membayar upah yang ikut dalam pengukuran, dana tersebut juga akan di sumbangan untuk membiayai penambahan sarana fasilitas Empat unit gereja.

"Gereja kita ini ada 2 unit di Dusun II, satu unit Dusun 3 dan satunya lagi di Dusun 4", beber Yunis.

Selain rumah ibadah sebagian dana di pergunakan untuk merehab jembatan yang menghubungkan Desa Doda Bunta dan Dusun 4 Mumpe.

"Jadi jumlah dana yang terkumpul belum semuanya dikarenakan sebagian warga belum menyerahkan dan kita juga tidak akan meminta karena ini tergantung keikhlasan," terang Yunis

Kata dia, saat ini jumlah sertifikat yang sudah terbagi ke pemilik lahan sebanyak 160 sertifikat. Sementara yang belum belum diserahkan sebanyak 170 sertifikat belum di jemput oleh pemiliknya.

Yunis juga sempat menyentil soal isu yang beredar terkait bantuan tenaga surya tahun 2019 sebanyak 48 untuk di Dusun 4 Mumpe.

"Bantuan itu merupakan bantuan yang dianggarkan melalui dana desa bukan bantuan pemerintah pusat," tutupnya. (HD) 



Tentang Kami | Redaksi | Pedoman Media Siber
Jurnalisme Positif | Info Iklan | Ketentuan Khusus | Karir



DOWNLOAD APLIKASI
 

Copyright © 2018 CNA Daily
Allright Reserved