Global Sports Berita Politik Reportase Fokus Info Rilis Pariwara Bisnis
Editor's

Identitas Pengedar Sabu Sebanyak 34 Sachet   |   Petani Segel Jalan Kantong Produksi, Akses Perusahaan Sawit Lumpuh   |   Aksi Sekelompok Warga di Bantayan Berhasil Diredam   |  

Dukung Independensi jurnalisme yang tidak berpihak

Harapan Menuju Perubahan Petani Pasca Kunker Ketua Dewan dan Dinas TPHP

Red : Amad Labino
Kamis, 6 Jan 2022 | 11:18:26 WITA

BANGGAI - Pasca kunjungan kerja Ketua DPRD Banggai, Suprapto, bersama tim dari Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (TPHP) telah memberi haparan besar perubahan untuk mendukung pengembangan lahan pertanian dan perkebunan bagi puluhan anggota kelompok Tani Noge Indah Satu dan Noge Indah Dua.

Berita Lainnya

Kunker Ketua DPRD Banggai Suprapto, tersebut menindak lanjuti keluhan puluhan petani asal kelompok Tani Noge Indah Satu dan Noge Indah Dua.

Sebelumnya kelompok tani telah melakukan komplain ke Dinas TPHP dan DPRD Banggai, kaitannya akibat mangkraknya proyek pembangunan jalan yang menyebabkan kerusakan jalan petani.

Menyikapi keluhan petani, pada Rabu 5 Januari 2021, Ketua DPRD Banggai, Suprapto bersama tim Dinas TPHP di dampingi Pemdes Nonong, koordinator BPP, PPL Pertanian dan kelompok tani meninjau lokasi proyek jalan yang mangkrak.

Dalam peninjauan tersebut ketua Dewan Suprapto, bersama tim dengan berjalan kaki menyaksikan kondisi sepanjang jalan (proyek Mangkrak) serta melihat kondisi lahan yang rencananya akan di buatkan jalan kantong produksi nanti.

Suparapto menyarankan, agar jalan telah ada dilakukan rehabilitasi berupa penambahan lebar agar maksimal dan mudah dilalui kendaraan mobil.  Pemilik lahan juga disarankan untuk segera melakukan penyelesaian adminitrasi kaitan lahan yang akan di lewati pembuatan jalan.  

“Kami minta kesediaan dari pemilik lahan untuk membuat surat hibah lahan, dan berikan tanda seperti patok agar bisa diketahui sampai batas yang dikerja,” saran Suprapto.

Suprapto juga menyampaikan, untuk lokasi yang rawa terlebih dahulu membuat saluran pembuang.

“Secara tekhnis tidak dapat membuat jalan diatas rawa atau dengan cara menimbun langsung, proses pengerjaan terlebih dahulu di buat saluran buang agar genangan air keluar dan kering barulah setelah itu di bentuk bandan jalan dengan cara menimbun,” ungkap Suprapto didepan puluhan petani.

Dari hasil peninjuaan tersebut Tambah Suprapto, terdapat dua item rencana kegiatan, yakni pekerjaan jalan dan pekerjaan saluran buang.  “Saya minta fokus untuk pembuatan jalan kurang lebih 1 Km, sedangkan pembuatan saluran pembuangan itu di buat untuk tahun berikutnya, dan nanti jika sudah kering ajukan kembali untuk pembuatan jalan, sehingga pekerjaan berkelanjutan,” ungkapnya.

Suprapto juga menyarankan agar ketua kelompok tani, kepala desa membuat usulan serta proposal untuk di masukan ke Dinas TPHP dengan item yang berbeda yaitu pembuatan jalan tani penggalian saluran pembuangan. 

Suprapto menjelaskan, ketika saluran buang telah di kerjakan, maka lahan persawahan serta lahan perkebunan dapat produktif dan dimanfaaatkan. Sehingga pemerintah tidak rugi mengeluarkan anggaran di sini sebab asas manfaatnya berguna untuk petani.

Kawasan lahan yang berawa ketika ada saluran buang lahan yang tadinya nganggur akibat genangan air dapat digunakan untuk bercocok tanam, apakah dijadikan sawah atau perkebunan kelapa.

“Kita bisa lihat pohon kelapa tidak subur karena pengaruh genangan air, begitu juga lahan sawah rawa yang nganggur akibat rawa, padahal lahan itu dapat dijadikan cetak sawah,” urai Suprapto.

Usai memberikan penjelasan ke petani, Suprapto meminta agar dinas terkait segera melakukan perhitungan tekhnis.

Diakhir pertemuan bersama petani Suprapto, menyarankan petani untuk mengusulkan perbaikan saluran tersier yang berada di pinggiran jalan kantong produksi untuk usulan Musrenbang. (Irham).



Tentang Kami | Redaksi | Pedoman Media Siber
Jurnalisme Positif | Info Iklan | Ketentuan Khusus | Karir



DOWNLOAD APLIKASI
 

Copyright © 2018 CNA Daily
Allright Reserved