Global Sports Berita Politik Reportase Fokus Info Rilis Pariwara Bisnis
Editor's

Pemdes Bohotokong Kembali Salurkan BLT Tahap II   |   Pasukan Terdasyat Bangkep Datangi Polsek Bulagi   |   JOB Diminta Perbaiki Jalur Pipa Migas   |  

Dukung Independensi jurnalisme yang tidak berpihak

Eva Bande Desak Kepekaan Pemda Banggai Menuntaskan Konflik Lahan

Red : Saiful Yamin / Amad Labino
Rabu, 3 Mar 2021 | 11:19:56 WITA

Luwuk, CNA DAILY - Aktivis perempuan dan agraria, Eva Susanti Bande, tegas mendesak kepekaan pemerintah daerah Kabupaten Banggai atas konflik agraria yang terus berlarut-larut didaerah ini. Hal itu disampaikan Eva setelah mengetahui adanya tindak kekerasan yang dilakukan oknum pekerja perkebunan sawit PT Sawindo Cemerlang terhadap petani di Batui.

"Saya barusan mendapat kiriman video pemukulan terhadap petani. Peristiwa memuakkan ini lagi-lagi berasal dari Kabupaten Banggai," kata Eva melalui akun facebooknya, Selasa, 2 Maret 2021.

Eva berpendapat, konflik agraria yang terus menerus terjadi di Banggai menunjukan rendahnya kepedulian pemerintah daerah terhadap rakyat, "kekerasan yang dialami rakyat tani di arena konflik sudah berulang-ulang terjadi, pemerintah terkesan acuh. Ini pembiaran namanya," tegas dia.

Eva yang pernah mendapat grasi Presiden RI Joko Widodo itu menyesalkan tindak kekerasan oleh oknum perusahaan terhadap petani Rauf Talibu (50) hanya karena berebut buah sawit dilahan yang dikuasai petani plasma. Ibu dua anak ini pun lantas mendesak pada pasangan Bupati dan Wakil Bupati Banggai yang terpilih untuk segera membentuk tim penyelesaian konflik agraria.

"Dengan ini saya mendesak pemimpin terpilih segera membentuk tim penyelesaian konflik agraria yang menjunjung HAM dan menjauhkan tindakan represif kepada rakyat yang berjuang," terang Eva.

Diingatkannya pula, bahwa pemimpin Banggai terpilih (Amir-Furqan), telah berjanji menyelesaikan berbagai masalah agraria, maka kata dia, janji itu harus ditunaikan.

"Rakyat menunggu terobosan yang bersifat segera, karena api kemarahan rakyat semakin besar. Kalau tak juga terlaksana, maka saya menyerukan kepada seluruh organ-organ perjuangan rakyat bersegeralah lakukan konsolidasi melawan praktik-praktik perampasan tanah," tandas Eva dalam postingan tersebut.

Sebelumnya, Rauf yang menjadi korban kekerasan oknum perusahaan telah melaporkan kejadian yang menimpanya ke Kepolisian Sektor Batui dengan Laporan polisi bernomor: STPL / 12 /U/ 2021/ Sek Batui / Res Banggai. Tentang tindak penganiayaan bertempat di Desa SPC Ondo-ondolu.

Diceritakan, peristiwa bermula ketika Rauf bersama petani plasma lainnya memprotes pekerja perusahaan yang ingin mengangkut buah sawit milik petani lainnya bernama Parman. Dan hal itu coba ditengahi korban dengan meminta perusahaan untuk menyelesaikan persoalan sesuai aturan pemerintah.

Tapi saat itu upaya mediasi Rauf mendapat respon yang tak terpuji, beberapa kali dirinya didorong dan dikepalkan pelungku ke wajah dan kepala oleh pelaku. Dalam video berdurasi 1.42 detik yang diterima Eva Bande pula, memperlihatkan pelaku sempat dilerai oleh beberapa orang, dan pelaku sempat merampas telepon genggam milik seorang perempuan yang sedang merekam kejadian.



Tentang Kami | Redaksi | Pedoman Media Siber
Jurnalisme Positif | Info Iklan | Ketentuan Khusus | Karir



DOWNLOAD APLIKASI
 

Copyright © 2018 CNA Daily
Allright Reserved