Global Sports Berita Politik Reportase Fokus Info Rilis Pariwara Bisnis
Editor's

Tersinggung Tatapan Seorang Warga, Gubernur Rusdi Marahi Petani Asal Morut, Lalu Minta Maaf   |   Gubernur Rusdi Mastura, Ini yang Harus Saya Luruskan   |   Aktivis Fras dan Petani Demo Kantor Gubernur Sulteng   |  

Dukung Independensi jurnalisme yang tidak berpihak

Dugaan Pungli di SPBU Batui, Sewa Persatu Jeriken Capai Rp 20Ribu

Red : Amad Labino
Sabtu, 24 Jul 2021 | 11:47:16 WITA

LUWUK, CNADaily.Com – Maraknya pengisian jerigen untuk bahan bakar jenis Premium di Dua SPBU Kecamatan Batui, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, turut dimanfaatkan karyawan SPBU dengan memberlakukan biaya pengisian setiap jeriken.

Berita Lainnya

“Untuk isi jeriken 35 Liter biaya pengisian Rp20 ribu, jadi total yang di bayar sekira Rp 250 Ribu, sedangkan jeriken isi 25 Liter biaya Rp10, total yang di bayarkan sekira Rp 150Ribu” kata seorang warga yang ikut mengantri.

Kondisi antrian di lokasi SPBU Kompleks Lontar, Kelurahan Tolando Kecamatan Batui. FOTO: Dok. CNADaily.Com

Stok premium di SPBU bukannya habis di suplai ke kendaraan roda dua atau roda Empat, premium malah habis tersalur ke pengantre jeriken dan sejumlah kendaraan yang ikut mengantre.

“Tidak sampai dua jam stok BBM yang di suplai sekitar 8 ton habis tersalur” kata warga.

Sumber juga mengatakan, SPBU Kelurahan Tolando, Kecamatan Batui tidak maksimal dalam melayani. Hal itu seperti yang terjadi pada Rabu pekan kemarin, saat suplai BBM Premium tiba di SPBU ratusan jeriken telah menumpuk di pelataran SPBU. Jeriken tersebut diduga milik warga dan keluarga Karyawan SPBU. “So dorang punya yang lebih banyak” tambah sumber tanpa menyebut siapa pemilik jeriken terbanyak.

Hal ini meyebabkan pengendara yang ingin mengisi premium tidak kebagian. Kendaraan roda empat dan roda dua hanya dapat mengandalkan BBM jenis Pertalite atau Pertamax. Dua jenis BBM tersebut yang masih tersisa di SPBU.

Sumber juga menyebutkan, pelayanan di SBPU Kelurahan Tolando dinilai tidak maksimal. Kadang ketika stok premium tiba pada sore hari layanan Premium dibatasi dan dilanjutkan untuk esok harinya.

“Rabu pekan kemarin mobil suplai premium dari depot tiba di SPBU sekitar jam 16.30Wita, SPBU melayani pengisian sekitar pukul 17.00 Wita, tidak berlesang lama pengelola menutup layanan premium dan melanjutkan kembali besok pagi, padahal SPBU itu melayani sampai malam atau tidak 1 X 24 jam” kata warga

Untuk menghindari keributan antar pengantre karwan SPBU mencatat nama - nama pengentre yang diberikan jatah dan nama pemilik kendaraan yang ikut mengantre. Hal itu kata sumber guna menghindari doble pengisian. Sumber juga menyebutkan ada oknum ikut mengantre.

Kata sumber para penampung BBM Peremium berasal dari Kecamatan Toili dan Kecamatan Luwuk, sebagiannya adalah pengecer. Penampung tersebut juga telah menyediakan jeriken ke warga yang ikut mengantre. Sumber juga menyebutkan, di duga karyawan di SPBU memiliki jatah jeriken. AL



Tentang Kami | Redaksi | Pedoman Media Siber
Jurnalisme Positif | Info Iklan | Ketentuan Khusus | Karir



DOWNLOAD APLIKASI
 

Copyright © 2018 CNA Daily
Allright Reserved