Global Sports Berita Politik Reportase Fokus Info Rilis Pariwara Bisnis
Editor's

Waspadai Indikasi Persekongkolan dan Persaingan Tidak Sehat Dilingkungan UKPBJ Banggai   |   Pokja ULP Banggai Bakal Disanggah   |   Binda Sulteng Gencarkan Vaksinasi Covid -19 Kewarga Komunitas Adat Terpencil   |  

Dukung Independensi jurnalisme yang tidak berpihak

Dugaan Korupsi Dana Hibah Kartar, IB Mengaku Tidak Tandatangani LPJ

Red : Amad Labino
Jumat, 3 Jun 2022 | 05:52:59 WITA

BANGGAI - Ketua Karang Taruna (Kartar) Banggai, Irfan Buangaajim mengaku tidak pernah menandatangani Laporan Pertangung Jawaban (LPJ) Dana Karang Taruna Tahun 2020, baik itu laporan penartangunjawaban tahap I maupun tahap II.

Berita Lainnya

Menurutnya LPJ Kartar Tahun 2020 di sedorkan ke BPKAD Banggai setelah kepemimpinannya di kepengurusan Kartar Banggai berakhir.

Jabatannya sebagai Ketua Kartar Banggai berakhir pada November 2020. Begitu pula dengan laporan pertangungjawaban penggunaan anggaran tahap I sebagai syarat untuk proses pencairan dana tahap II di sedorkan pada akhir Desember 2020. Sehingga laporan pertangungjawaban Dana Kartar Tahap I dan Tahap II tidak di tandatanganinya.

Besaran dana hibah yang cairkan untuk Tahap I sebut Irfan senilai Rp 300 Juta, di tengah perjalanan anggaran tahap I dirinya telah di berhentikan dari kepengurusan.

“Saya di berhentikan sementara anggaran yang di kelola sedang berjalan, dan juga saya tidak tahu apa isi LPJ yang di sedorkan ke BPKAD,” kata Irfan Bungaadjim.  

“Jadi, LPJ dana tahap I tidak saya tanda tangan karena sebelum LPJ di sedorkan saya telah di berhentikan dari kepengurusan,” ungkap  IB saat mengunjungi Sekretariat PWI Banggai, Jumat sore (3/6/2022).

Posisi Irfan yang kini kembali menjabat sebagai Ketua Kartar Banggai baru dikembalikan di penghujungTahun 2021.

Irfan juga memberikan suport ke pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Banggai yang kini sedang melakukan penyidikan terkait penggunaan dana hibah Pemda Banggai di organisasi yang pernah dipimpinnya.

“Saya mendukung langkah kejaksaan dan saya juga tetap kooperatif panggilan kejaksaan, saya yakin pihak penyidik kejaksaan sangat professional” tandas Irfan Bungaadjim

Sebelumnya di beritakan, tim penyidik Kejari Banggai telah melakukan penyidikan penggunaan dana hibah di Kartar, oleh penyidik Kejari Banggai telah menaikan status kasus dari penyelidikan ke penyidikan.

Kasi Intel Kejari Banggai, Firman Wahyudi melalui siaran pers Kejari Banggai, nomor : PR-06/P.2.11/Kph.3/05/2022, menyebutkan, pemanggilan sejumlah saksi setelah tim penyelidik Kejari Banggai menemukan peristiwa dugaan tindak pidana Korupsi a quo, selanjutnya dilakukan ekspose dan sependapat untuk meningkatkan status Penyelidikan ke Tahap Penyidikan sebagaimana SP DIK : Print-04/P.2.11/Fd.1/05/2022 tanggal 30 Mei 2022.

Besaran dana hibah untuk Karang Taruna Kabupaten Banggai Tahun 2020 senilai Rp600 juta. Proses pencairan dana dilakukan sebanyak 2 termin yakni, Tahap satu Rp.300.000.000., dan Tahap Dua  Rp.300.000.000.

"Dana Hibah tersebut berdasarkan proposal yang diajukan ke Pemda Banggai melalui Dinas Sosial. Ketika Tahap I selesai dan akan mengambil dana di termin ke 2, pihak Karang Taruna membuat pertanggungjawaban kepada BPKAD yang sesuai tugas dan kewenangannya melakukan verifikasi. Pada bulan Desember 2020, termin ke II dicairkan dan dipertanggungjawabkan bulan Februari 2021," kata Firman Wahyudi

Dari hasil pendalaman laporan pertanggungjawaban terdapat kegiatan fiktif dan mark up. Firman juga menghimbau kepada seluruh saksi agar kooperatif.

"Selama proses penyidikan berlangsung kami menghimbau kepada para saksi untuk kooperatif mengikuti proses hukum," tandas. (AL)



Tentang Kami | Redaksi | Pedoman Media Siber
Jurnalisme Positif | Info Iklan | Ketentuan Khusus | Karir



DOWNLOAD APLIKASI
 

Copyright © 2018 CNA Daily
Allright Reserved