Global Sports Berita Politik Reportase Fokus Info Rilis Pariwara Bisnis
Editor's

Waspadai Indikasi Persekongkolan dan Persaingan Tidak Sehat Dilingkungan UKPBJ Banggai   |   Pokja ULP Banggai Bakal Disanggah   |   Binda Sulteng Gencarkan Vaksinasi Covid -19 Kewarga Komunitas Adat Terpencil   |  

Dukung Independensi jurnalisme yang tidak berpihak

Diduga ada Aktifitas Galian di Hulu Sungai, Aliran Sungai Mayayap Berubah Oranye

Red : Saiful M / Roy Anasim
Senin, 28 Des 2020 | 09:09:42 WITA

Bualemo, CNA DAILY - Masyarakat Desa Mayayap, Kecamatan Bualemo, Kabupaten Banggai, mengeluhkan kondisi air sungai yang berubah oranye. Warga juga kaget air bercampur lumpur itu baru terjadi kali ini.

Hujan memang sempat turun diwilayah tersebut pada Sabtu malam 26 Desember 2020. Namun, biasanya seusai hujan air sungai berangsur kembali jernih. Tapi tidak saat ini, kata warga air tetap berwarna oranye sekalipun banjir telah surut.

"Selama ini saya di Mayayap, baru kali ini sungai disini berubah warna oranye," kata Suparman warga Mayayap pada Minggu 27 Desember 2020.

Padahal kata dia, air sungai masih sering dimanfaatkan sebagai tempat mencuci ataupun mandi. Dan terkadang sebagian warga memanfaatkannya sebagai sumber air minum.

"Jadi sering warga buat lubang lalu alirkan air sungai dan setelah tenang tergenang langsung ditimba dibawa kerumah dan dimasak jadi air minum," imbuhnya.

Berita Lainnya

Berita Terkait: Ancaman Ruang Hidup Dibalik Rencana Penambangan Nikel di Kaki Gunung Tompotika

Namun karena buruknya kualitas air, yang terhitung sudah dua hari ini. Terpaksa Warga yang bergantung pada aliran sungai ini harus menumpang mandi di sumur warga lainnya.

Belum dapat dipastikan penyebab air sungai berubah warna. Jika sebelumnya saat banjir air cenderung keruh kecoklatan tapi saat ini tampak oranye kental lumpur galian. 

Warga hanya menduga perubahan warna diakibatkan aktifitas galian dibagian hulu sungai. 

"Yang kita tau saja diatas sana ada tambang nikel," pungkas Suparman.

Tidak hanya dirasakan warga Desa Mayayap, didesa tetangga Trans Mayayap tidak kurang dari 200 hektar sawah irigasi juga teraliri air berwarna oranye tersebut. 

"Ya semua air persawahan disini merah (oranye)," kata Abdul Djalal Kepala Desa Trans Mayayap, Senin 28 Desember 2020.

Ia menambahkan, persoalan lain mengenai pengairan di desanya adalah devisitnya debit air irigasi. Akibatnya kata dia, petani setempat kesulitan membagi pengairan dipetak sawah.

"Hanya bagian pinggir irigasi saja yang dapat, dan lainnya sulit teraliri," tutup Djalal.



Tentang Kami | Redaksi | Pedoman Media Siber
Jurnalisme Positif | Info Iklan | Ketentuan Khusus | Karir



DOWNLOAD APLIKASI
 

Copyright © 2018 CNA Daily
Allright Reserved