Global Sports Berita Politik Reportase Fokus Info Rilis Pariwara Bisnis
Editor's

Waspadai Indikasi Persekongkolan dan Persaingan Tidak Sehat Dilingkungan UKPBJ Banggai   |   Pokja ULP Banggai Bakal Disanggah   |   Binda Sulteng Gencarkan Vaksinasi Covid -19 Kewarga Komunitas Adat Terpencil   |  

Dukung Independensi jurnalisme yang tidak berpihak

Ancam Ekosistim: Belum Ada Tanda-Tanda Penambangan di Muara Sungai Kayowa Disetop

Red : Tim CNA DAILY
Senin, 14 Des 2020 | 09:12:49 WITA

Batui, CNA DAILY - Belum ada tanda-tanda aktivitas penambangan pasir di mulut sungai Kayowa akan berhenti. Sekalipun kegiatan penambangan tersebut berpotensi merusak dan mengancam keberlangsungan kehidupan biota laut ataupun perikanan darat.

Berita Lainnya

Khususnya Warga disekitar tempat penampungan pasir galian di Dusun Kini-Kini, Desa Nonong, mereka mengaku tak paham soal dampak lingkungan yang bakal ditimbulkan dari aktivitas ini.

Mereka hanya menyorot dampak sosial berupa nilai konpensasi atas dampak lalu lalang kendaraan yang memuat pasir.

Padahal, erosi akibat penambangan sudah mulai terjadi, mulut sungai mulai melebar kearah pemukiman warga di Desa Nonong, sedangkan di dusun Kini-Kini kondisi pantai mengalami abrasi drastis.

“Ini dulunya pantai sampai sana, sekarang sudah rapat disini,” tutur Hamrun (57) nelayan setempat, menunjukan abrasi sekitar 30 meter dari bibir pantai. “Coba liat sana masih ada tu,ur (tonggak akar) kelapa,” ucapnya menunjuk tanda. Minggu 13 Desember 2020.

Aktifitas penambangan ini sendiri melibatkan perusahaan setempat, kata warga, pasir-pasir tersebut dibawa keluar daerah hingga ribuan kubik banyaknya. “Pernah dibawa ke Maluku, Banggai Kepulauan, juga ada yang dibawa ke Morowali,” ujar Sudin warga Kini-Kini.

Dia mengaku pihak masyarakat hanya menginginkan konpensasi setiap aktifitas pemuatan, setidaknya bisa berjalan seperti yang disepakati ketika mengawali aktifitas pemuatan hasil tambang galian tersebut.

“Dulu pernah 150 ribu unntuk setap KK, tapi itu hanya pertama. Sesudahnya sudah tidak seperti demikian,” keluh Sudin.

Di Dusun Kini-Kini, jelas Sudin, setidaknya ada 40 rumah warga yang terdiri dari 100 an kepala keluarga, jarak pemukiman dengan lokasi penampungan hasil galian tidak kurang dari 400 meter.



Tentang Kami | Redaksi | Pedoman Media Siber
Jurnalisme Positif | Info Iklan | Ketentuan Khusus | Karir



DOWNLOAD APLIKASI
 

Copyright © 2018 CNA Daily
Allright Reserved