Global Sports Berita Politik Reportase Fokus Info Rilis Pariwara Bisnis
Editor's

Pengedar Sabu di Batui Diringkus   |   Pemungutan Suara Pilkades Batui Selatan Berjalan Aman   |   Pantau Situasih Minggu Tenang, TNI - Polri Patroli Wilayah   |  

Dukung Independensi jurnalisme yang tidak berpihak

Aktivis Fras dan Petani Demo Kantor Gubernur Sulteng

Red : Amad Labino
Kamis, 21 Okt 2021 | 09:47:52 WITA

CNADaily.Com - Front Rakyat Advokasi Sawit (Fras), bersama puluhan petani sawit asal Kecamatan Batui, Kabupaten Banggai dan petani sawit Kabupaten Morowali Utara, mendemo Kantor Gubernur Sulteng pada Kamis (21/10/2021) sekitar pukul 10.40 Wita.

Berita Lainnya

Aksi damai tersebut sebagai sikap protes petani dan aktivis Fras terhadap kriminalisasi petani yang terjadi di Kabupaten Banggai dan Morowali Utara.

Demo tersebut dimulai sejak Pukul 10.00 Wita, masa aksi melakukan konvoi dari Sekretariat Jaringan Advokasi Tambang (Jatam) Sulteng menuju Kantor Gubernur Sulteng.

Enam Poin Tuntutan Fras Bela Petani Sawit di Banggai dan Morut  disampaikan melalui selebaran tersebut menyebutkan,

Kasus konflik perampasan lahan dan kriminalisasi petani kembali mencuat.

Perkebunan sawit grup PT. Astra Agro Lestari (AAL) yang hingga saat ini masih menjadi sumber penyebab konflik agraria di Sulawesi Tengah.

Di Kabupaten Morowali Utara, Sulawesi Tengah terjadi penahanan oleh Polisi Resort (Polrest) Morowali Utara terhadap Gusman seorang petani diadukan PT. Agro Nusa Abadi (ANA) salah satu anak perusahaan grup PT. AAL.

Pengaduan pencurian buah kelapa sawit yang dituduhkan pada Gusman, merupakan cara-cara klasik dipakai perusahaan untuk memenjarakan rakyat, dengan begitu perusahaan dapat dengan mudah merampas tanah-tanah rakyat, cara-cara beginilah yang kami sebut kriminalisasi.

Perbuatan saling klaim tanah berdasar alas hak yang dimiliki masing-masing pihak yang seharusnya masuk dalam wilayah keperdataan, malah perusahaan gunakan pasal-pasal pidanauntuk menjerat rakyat Kasus yang sama juga terjadi di Kabupaten Banggai.

Perusahaan Sawit PT Kurnia Luwuk Sejati dan PT Sawindo Cemerlang juga melakukan praktek-praktek perampasan lahan dan Kriminalisasi petani.

Terdapat satu orang petani yang hari ini dilaporkan oleh PT Sawindo Cemerlang atas tuduhan pencurian, padahal petani tersebut memiliki surat sertifikat tanah.

Praktek perampasan lahan seperti bukan sesuatu yang baru bagi perusahaan monopoli terhadap lahan seperti perusahaan sawit.

FRAS sebagai Aliansi yang fokus melakukan kerja advokasi berkaitan dengan kasus konflik agrarian, menuntut:

1. Kembalikan Tanah Rakyat

2. Moratorium seluruh perizinan perusahaan perkebunan sawit di Sulteng

3. Hentikan Aktivitas PT Agro Nusa Abadi sampai dengan lahan rakyat kembali

4. Hentikan Aktivitas PT Kurnia Luwuk Sejati sampai dengan lahan rakyat Kembali

5. Hentikan Aktivitas PT Sawindo Cemerlang sampai dengan lahan rakyat Kembali

6. Jalankan Reforma Agraria untuk Rakyat



Tentang Kami | Redaksi | Pedoman Media Siber
Jurnalisme Positif | Info Iklan | Ketentuan Khusus | Karir



DOWNLOAD APLIKASI
 

Copyright © 2018 CNA Daily
Allright Reserved